Cara Wudhu yang Sempurna

Cara Wudhu yang Sempurna (Secara Global)
Oleh: Syaikh Abu Malik Kamal as-Sayid Salim
-hafidzahullah-

Diriwayatkan dari Humran maula Utsman, ia melihat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu meminta sebuah bejana (berisikan air), lalu ia menuangkan air pada kedua telapak tangannya tiga kali dan mencucinya. Kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana lalu berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dan  mengeluarkannya ).  Lalu mencuci wajahnya tiga kali, dan kedua tangannya sampai siku tiga kali. Kemudian  mengusap kepalanya, lalu mencuci kedua kakinya tiga kali sampai mata kaki. Kemudian ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من توضا نحو وضو أي هذا ثم صلى ركعتين لا يحدث فيهما نفسه غفرله ما تقدم من دنبه

Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini,  lalu ia shalat dua rakaat dan dia tidak berbicara dengan dirinya dalam shalat tersebut, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu.”[1]

Dari hadits ini dan hadits yang lainnya  -yang akan diterangkan lebih terperinci- kita dapat meringkas tata cara berwudhu sebagai berikut:

  1. Berniat wudhu untuk menghilangkan hadats.
  2. Menyebut nama Allah (membaca “bismillah”).
  3. Mencuci telapak tangan tiga kali.
  4. Mengambil air dengan tangan kanannya lalu memasukkannya ke dalam mulutnya dan hidungnya –dengan sekali ciduk- lalu berkumur-kumur dan ber-istinyaq (menghirup air ke dalam hidung).
  5. Kemudian ia mengeluarkan air dari hidung (istinsyar) dengan tangan kirinya. Dia melakukan hal itu sebanyak tiga kali.
  6. Mencuci seluruh wajah tiga kali disertai dengan menyela-nyela jenggot.
  7. Mencuci kedua tangannya –kanan dan kiri- hingga di atas siku, disertai dengan menyela-nyela jari tangannya.
  8. Mengusap seluruh kepalanya ke arah belakang kemudian ke depan sekali aja.
  9. Lalu mengusap kedua telinga bagian luar dan bagian dalam.
  10. Mencuci kedua kaki hingga mata kaki –kanan dan kiri- disertai dengan menyela-nyela  jari-jari kaki.

Shahih Fiqh Sunnah, pent– Abu Ihsan Al-Atsary, Pustaka at-Tazkia,  hlm. 146-147.


[1] Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (158) dan Muslim (226)

Tag:,

About Cipto Abu Yahya

Saya hanyalah pedagang ukm yang tidak tertarik untuk dikenal oleh orang banyak. Tapi manfaat yang bisa saya usahakan, diharapkan dapat dirasakan oleh banyak orang..

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: