WUDHU

Wudhu

Penulis: Abu Malik Kamal as-ayid Salim -hafidzahullah-

Definisi Wudhu dan Dalil Disyariatkannya

Wudhu, menurut bahasa, berasal dari kata al-Wadha’ah, yang artinya kebersihan dan kecerahan. Kata Wudhu’ dengan men-dhammah-kan waw adalah perbuatan wudhu, sedangkan dengan mem-fathah-kan waw (wadhu’) adalah air untuk berwudhu.[1]

Menurut istilah, wudhu adalah penggunaan air pada anggota-anggota tubuh tertentu (yaitu wajah, dua tangan, kepala dan dua kaki) untuk menghilangkan apa yang menghalangi seseorang dari melaksanakan shalat dan ibadah yang lain.

Wudhu disyariatkan berdasarkan dalil-dalil al-Qur’an, Sunnah, dan ijma’:

a. Menurut al-Qur’an, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَڪُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِ‌ۚ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan [basuh] kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

b. Menurut Sunnah, dalil-dalilnya adalah sebagai berikut:

1. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تقبل صلاة احدكم اذا احدث حتّى يتوضّا

Tidak akan diterima shalat salah seorang dari kalian apabila ia berhadats, hingga ia berwudhu.”[2]

2. Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يقبل الله صلاة بغير طهور ولا صدقة من غلول

Allah tidak menerima shalat seseorang tanpa bersuci dan tidak menerima sedekah dari hasil ghulul.[3][4]

3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انّما امرت بالوضوء اذا قمت الى الصلاة

Sesungguhnya aku diperintahkan untuk berwudhu apabila hendak mengerjakan shalat.”[5]

4. Diriwayatkan juga dari Abu Sa’id, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مفتاح الصلاة الطهور وتحريمها التكبير وتحليلها التسليم

“Kunci shalat adalah bersuci, tahrim (pembuka)nya adalah takbir dan tahlil (penutup)nya adalah salam.”[6]

c. Adapun menurut ijma’, para ulama umat ini telah sepakat, tidak sah shalat tanpa bersuci, jika dia mampu untuk melakukannya.[7]

Shahih Fiqh Sunnah, 140-141


[1] Al-Qamus (I/33), Mukhtar ash-Shihah (575) dan al-Majmu’ (I/355)

[2] Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (135), Muslim (225) dan selain keduanya.

[3] Ghulul ialah mengambil secara sembunyi-sembunyi harta rampasan perang sebelum dibagikan –pent.

[4] Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (224)

[5] Shahih, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (1848), Abu Dawud (3760), dan an-Nasa’i (I/73). Lihat Shahih al-Jami’ (2333)

[6] Hasan li ghairihi, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (3), Abu Dawud (60), Ibnu Majah (275), dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ (5761)

[7] Al-Ausath, Ibnu al-Mundzir (I/107)

Tag:, , , ,

About Cipto Abu Yahya

Saya hanyalah pedagang ukm yang tidak tertarik untuk dikenal oleh orang banyak. Tapi manfaat yang bisa saya usahakan, diharapkan dapat dirasakan oleh banyak orang..

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: