Memelihara Jenggot dan Hukum Memotongnya

Memelihara Jenggot

 Oleh: Syaikh Abu Malik Kamal as-Sayid Salim

Hukum Memelihara Jenggot

Memelihara jenggot hukumnya wajib bagi kaum lelaki, berdasarkan alasan-alasan berikut ini:

1. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memelihara jenggot, dan perintah itu menunjukkan kewajiban. Sementara tidak ada indikasi yang memalingkannya kepada istihbab (anjuran). Di antaranya adalah Sabda beliau:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

Selisihilah kaum Musyrikin. Peliharalah jenggot dan potonglah kumis.”[1]

Dan sabda beliau:

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

Potonglah kumis dan peliharalah jenggot. Selisihilah orang-orang Majusi.”[2]

2. Mencukur jenggot merupakan perbuatan menyerupai orang-orang kafir, sebagaimana dijelaskan dalam dua hadits yang lalu.

3. Mencukur jenggot termasuk perbuatan merubah ciptaan Allah dan menaati setan yang mengatakan:

وَلَأَمُرَنَّہُمۡ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلۡقَ ٱللَّهِ‌ۚ

Dan akan aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya.” (An-Nisa: 119)

4. Memotong jenggot termasuk perbuatan menyerupai kaum wanita. Padahal, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai kaum wanita.”[3]

Karena itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Diharamkan bagi laki-laki mencukur jenggotnya.”[4]

Ibnu Hazm dan selainnya telah menukil ijma’ tentang haramnya mencukur jenggot.[5]

Bolehkah Memotong Jenggot yang Lebih dari Satu Genggaman?

Sebagian ulama berpendapat bolehnya memotong jenggot yang lebih dari satu genggaman. Mereka berdalil dengan hadits Ibnu Umar, jika dia mengerjakan haji atau umrah, maka dia mengenggam jenggotnya dan memotong yang selebihnya.[6]

Mereka mengatakan, Ibnu Umar adalah perawi hadits yang memerintahkan untuk memelihara jenggot. Tentulah dia lebih tahu tentang apa yang diriwayatkannya. Mereka tidak memiliki hujjah dalam atsar ini, karena beberapa alasan berikut:[7]

1. Ibnu Umar melakukannya ketika bertahallul dari ihramnya dalam haji atau umrah. Sementara mereka membolehkannya di setiap saat.

2. Perbuatan Ibnu Umar ini dilakukan berdasarkan takwilnya atas firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala:

مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمۡ وَمُقَصِّرِينَ

Dengan mencukur rambut kepala dan menggutingnya.” (Al-Fath: 27)

Dalam manasik, mencukur itu untuk rambut dan memotong itu untuk jenggot.[8]

3. Jika seorang sahabat berkata atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang diriwayatkannya, maka yang dipertimbangkan adalah apa yang diriwayatkannya, bukan apa yang dipahami dan apa yang diamalkannya. Yang menjadi pertimbangan adalah riwayat yang marfu’ kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berdasarkan keterangan di atas, maka yang benar ialah wajib membiarkan jenggot dan tidak memotongnya sedikit pun, karena mengamalkan keumuman perintah yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih: a’fu, arkhu, aufu (yang artinya, peliharalah), sebagaimana pendapat jumhur ulama. Wallahu a’lam


[1] Shahih, diriwaayatkan oleh al-Bukhari (5892) dan Muslim (259)

[2] Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (260)

[3] Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (5885) dan at-Tirmidzi (2935)

[4] Al-Ikhtiyarat al-Fiqhiyyah, ‘Ala’uddin al-Ba’li (hal: 10) dan al-Furu’, Ibnu Muflih (I/291)

[5] Maratib al-Ijma’ dan Radd al-Mukhtar (II/116)

[6] Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (5892) dan Muslim (259)

[7] Hal ini disebutkan oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali dalam al-Iklil (I/96)

[8] Syarh al-Kirmani ‘ala al-Bukhari (XXI/111)

About Cipto Abu Yahya

Saya hanyalah pedagang ukm yang tidak tertarik untuk dikenal oleh orang banyak. Tapi manfaat yang bisa saya usahakan, diharapkan dapat dirasakan oleh banyak orang..

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: