Ajaran Mereka Memang Seperti Itu, Waspadalah !

Penulis: Al Ustadz Sofyan Chalid Ruray -hafidzahullah-

[ Habib Sufi / Tasawuf Dilaporkan Karena Dugaan Pelecehan Seks (Hubungan Sejenis / HOMOSEKSUAL) Terhadap 11 Anak Muda Laki-laki ]

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Al-Hafizh Ibnul Jauzi rahimahullah [w. 597 H] berkata tentang kaum Sufi di zaman dulu dalam kitabnya Talbis Iblis [Perangkap Iblis]:

ذكر تلبيس إبليس على كثير من الصوفية في صحبة الأحداث

قال المصنف اعلم أن أكثر الصوفية المتصوفة قد سدوا على أنفسهم باب النظر إلى النساء الأجانب لبعدهم عن مصاحبتهن وامتناعهم عن مخالطتهن واشتغلوا بالتعبد عن النكاح واتفقت صحبة الأحداث لهم على وجه الإرادة وقصد الزهادة فأمالهم إبليس إليهم

“Tentang Perangkap Iblis Terhadap Kebanyakan Orang-orang Sufi dalam Bergaul dengan Anak-anak Muda”

Beliau berkata, “Ketahuilah sesungguhnya kebanyakan Sufi yang mengamalkan Tasawuf telah menutup diri untuk melihat wanita-wanita asing [tidak mau menikah] karena mereka tidak mau hidup bersama dan bergaul dengan wanita, mereka menyibukkan diri dengan ibadah dan tidak mau menikah. Dan mereka lebih memilih berteman dengan anak-anak muda atas dasar keinginan dan maksud hidup zuhud, maka iblis memalingkan mereka kepada anak-anak muda tersebut.”

CELAAN YANG KERAS TERHADAP PELAKU HUBUNGAN SEJENIS

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ملعون من عمل بعمل قوم لوط

“Terlaknat orang yang melakukan hubungan sejenis.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jami’: 5891]

Al-Imam Mujahid rahimahullah berkata,

لو أن الذي يعمل ذلك العمل يعني عمل قوم لوط اغتسل بكل قطرة من السماء وكل قطرة من الأرض لم يزل نجساً

”Andaikan pelaku hubungan sejenis itu mandi dengan tetasan air dari langit dan bumi maka dia akan tetap najis.”

Al-Imam An-Nakha’i rahimahullah berkata,

لو كان أحد ينبغي أن يرجم مرتين لكان ينبغي للوطي أن يرجم مرتين

“Andaikan ada seseorang yang layak dirajam dua kali maka dialah pelaku hubungan sejenis.”

Al-Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata,

لو أن لوطياً اغتسل بكل قطرة من الماء لقي الله غير طاهر

“Andaikan pelaku hubungan sejenis mandi dengan setiap tetasan air niscaya dia akan berjumpa dengan Allah ta’ala dalam keadaan tidak suci.”

Imam besar Syafi’iyyah, Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah berkata,

وأجمعت الأمة على أن من فعل بمملوكه فعل قوم لوط من اللوطية المجرمين الفاسقين الملعونين فعليه لعنة الله ثم عليه لعنة الله ثم عليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين

“Ummat sepakat bahwa pelaku hubungan sejenis bersama orang yang dikuasainya yaitu perbuatannya kaum Nabi Luth yang durhaka lagi fasik dan terlaknat, maka baginya laknat Allah, kemudian baginya laknat Allah, kemudian baginya laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia.”

HUKUMAN BAGI PELAKU HUBUNGAN SEJENIS [KEWAJIBAN BAGI PEMERINTAH MUSLIM, BUKAN BAGI MASYARAKAT]

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط فاقتلوا الفاعل والمفعول به

“Siapa saja yang kalian dapati melakukan hubungan sejenis maka bunuhlah keduanya.” [HR. Ibnu Majah dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, Al-Irwa’: 2350]

ونقل العلامة شمس الدين ابن القيم عن شيخه شيخ الإسلام ابن تيمية رحمهما الله تعالى وعن غيره إجماع الصحابة على قتل من يعمل عمل قوم لوط وأنهم إنما اختلفوا في كيفية قتله

“Al-‘Allamah Syamsuddien Ibnul Qoyyim telah menukil dari gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahumallah dan dari selain beliau, adanya ijma’ [kesepakatan] sahabat untuk membunuh pelaku hubungan sejenis, namun sahabat berbeda pendapat bagaimana cara membunuhnya.”

Al-‘Allamah Asy-Syaukani rahimahullah berkata,

وأخرج البيهقي عن علي رضي الله تعالى عنه أنه رجم لوطيا

“Al-Baihaqi telah mengeluarkan sebuah riwayat dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu bahwa beliau merajam pelaku hubungan sejenis.”

قال الشافعي وبهذا نأخذ برجم اللوطي محصناً كان أو غير محصن

“Berkata Asy-Syafi’i rahimahullah, berdasarkan riwayat ini kami berpendapat menghukum rajam bagi pelaku hubungan sejenis, baik yang sudah pernah menikah maupun yang belum pernah menikah.”

Diringkas dari kitab berjudul:

التدني والإنحطاط في تعاطي التصوف اللواط

“Kerendahan dan Kemerosotan dalam Pengamalan Tasawuf Terhadap Hubungan Sejenis”

Karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Hamid Hasunah Al-Misri rahimahullah.

Sumber:

Berita Terkait:

VIVAnews – Lima dari 11 remaja lelaki yang mengaku telah dilecehkan secara seksual oleh Habib H, pimpinan sebuah majelis pengajian di Jakarta Selatan, mengadu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kamis 9 Februari 2012.
“Kami di KPAI membuat pengaduan, karena kondisi anak
terancam secara psikologis maupun fisik. Kami mendorong KPAI segera memberikan perlindungan dan mendesak polisi untuk menindaklanjuti laporan kami,” kata kuasa hukum korban, Casmanto di kantor KPAI Jakarta.
Menurutnya, kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 16 Desember 2011 lalu dengan nomor laporan TDL/4432/12/2011/pmj/Dit.Reskrim 2011. Dalam laporan tersebut, pelapor mengajukan 11 saksi yang juga mengaku menjadi korban. Dia menjelaskan, korban berusia 12 hingga 22 tahun.
“Masih banyak korban lain yang kemungkinan akan memberikan laporan kepada KPAI,” ujarnya.
Casmanto mengungkapkan para korban mengalami trauma karena
mengalami pelecehan fisik. Masing-masing saksi korban dilecehkan dalam waktu yang berlainan. Ada yang dari 2002 hingga 2011. “Tempatnya ada yang di dalam pengajian, ada yang di luar,” katanya. http://metro.vivanews.com/print_detail/printing/286957-11-korban-habib-cabul-mengadu–ke-kpai
Habib muda yang sedang naik daun diadukan mencabuli puluhan jamaah pria remaja, dengan dalih doktrin ketaatan pada wali. Korban terindikasi kecanduan dan dikhawatirkan mengalami penyimpangan orientasi seksual. ***Sepucuk surat panggilan dilayangkan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Surat yang diteken Ketua KPAI, Maria Ulfah Anshor, tertanggal 13 Februari 2012, itu ditujukan kepada Habib Hasan bin Ja’far Assegaf, beralamat di Jalan K.M. Kahfi, Gang Manggis, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dijadwalkan, pihak terpanggil diperiksa Wakil Ketua KPAI, Asrorun Ni’am Sholeh, pada Jumat besok pukul 14.00 WIB. Pemanggilan Hasan oleh KPAI itu terkait statusnya sebagai terlapor atas pengaduan yang cukup serius untuk seorang tokoh agama: “kekerasan psikis dan kekerasan seksual”. Sebelumnya, pada 16 Desember, Hasan dilaporkan ke polisi atas tuduhan telah melakukan pencabulan. Namun, hingga pertengahan Februari, polisi belum juga memanggil dan memeriksa terlapor. Aparat penegak hukum itu kalah sigap ketimbang KPAI, yang langsung melayangkan pemanggilan setelah menerima pengaduan pada Selasa, 7 Februari.

Meski berusia muda, 38 tahun, dan namanya belum lama mencuat, Hasan Assegaf bukan sosok sembarangan. Ia ikon kunci Nurul Musthofa (NM), majelis taklim yang 10 tahun terakhir naik daun, menjadi magnet baru bagi puluhan ribu anak muda Jakarta dan sekitarnya.

NM masuk dua terbesar majelis taklim di Jakarta, selain Majelis Rasulullah pimpinan Habib Mundzir Al-Musawa. “Ciri khas Nurul Musthofa suka menggelar pengajian sambil menutup jalan raya,” kata Usman Arai, salah satu perintis NM yang telah keluar tiga tahun silam. Itulah sebabnya, NM kerap menuai sorotan. Pengaduan pelecehan seksual ini menambah panas sorotan terhadap majelis pencinta habaib itu.

Korban yang mengadu adalah murid-murid lingkaran dekat sang habib. Sebagian malah kerabat sejumlah orang yang berperan penting dalam merintis pengembangan majelis itu. Empat di antaranya tercatat putra keluarga habaib. “Saya merasa sakit dan diinjak-injak. Rasanya muka saya seperti ditempeleng dengan kotoran sapi,” kata Hasyim Assegaf, 48 tahun, seorang perintis NM, yang sepupu dan keponakannya jadi korban pencabulan.

Terbongkarnya skandal Hasan itu terpicu somasi yang dilayangkan Hasan kepada delapan orang, November 2011. Seorang pengusaha pencinta habib, sebut saja Edo, yang ditemui Gatra di rumah Hasyim Assegaf di Jagakarsa, menjelaskan bahwa masalah ini bermula ketika korban cabulan Hasan mengadu kepada kakak perempuannya. Si kakak mengadukan kepada guru mengajinya, Maryam, di Jagakarsa.

Maryam adalah menantu Haji Atung, sosok yang pada tahun 2000-an sempat menampung Hasan bin Ja’far di rumahnya. Setelah mendapat laporan, Maryam melarang muridnya datang ke NM. Berita ini menyebar ke beberapa pihak. Informasi itulah yang membuat Hasan gerah dan melayangkan somasi.

Dua orang yang turut disomasi adalah Maryam dan Usman Arai, orang yang pertama kali mendatangkan Hasan dari Bogor ke Jakarta. Mereka yang mendapat somasi kemudian sepakat membongkar kasus pelecehan seksual Hasan.

Pihak yang disomasi dan korban pelecehan Hasan sempat menghadap Habib Rizieq Shihab, Ketua Front Pembela Islam (FPI). Rizieq diminta menjadi penengah antara Hasan dan korban. Sebulan setelah menghadap Rizieq dan tidak ada kemajuan berarti, kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya, karena ancaman pada korban dan keluarganya terus meningkat.

Asrori S. Karni, Haris Firdaus, Mukhlison S. Widodo, dan Gandhi Achmad
[Laporan Utama, Gatra Nomor 18/15 Beredar Kamis, 16 Februari 2012]

Tag:, , , , , , , , , , , ,

About Cipto Abu Yahya

Saya hanyalah pedagang ukm yang tidak tertarik untuk dikenal oleh orang banyak. Tapi manfaat yang bisa saya usahakan, diharapkan dapat dirasakan oleh banyak orang..

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: