Tulisan Seseorang pada Komentarnya Lebih Mencerminkan Jati Dirinya

Penulis : Hasan al-Jaizy -hafidzahullah-

[ pada hari Sabtu 4 Rabi’ul Awwal 1433 H/ 28 Januari 2012 sekitar jam 05 pagi ^_^ ]

Tulisan Komentar di FB Lebih Menunjukkan SIAPA KAMU dibanding Statusnya. Oleh karena itu, jika ente/antum/sampeyan membaca status ana yang kerasa tidak diperkenan mengenai ormasnya/kelompoknya dan lainnya, kalau bisa jangan dibalas dengan tajam pula. Kontra tidak dilarang, apalagi jika di-reply dengan bahasa baik. Pintu tetap terbuka. Tapi jika dikomentari dengan tajam, apalagi berirama murka, terima kasih telah masuk ke jaring status. Anda mendaftar diri dari ‘kelinci-percobaan’.

Kemudian:

Remember, penulisan status dan komentar itu berbeda. Konsiderasi fikiran pada penulisan status relatif lebih dikerahkan daripada penulisan komentar. Maksudnya, komentar di FB itu justru lebih MENCERMINKAN seseorang dibanding statusnya.

Kita pelajari ini. Mana saja individu yang asal njeplak ngomong ketika berkomentar di status orang, namun ketika bikin status sendiri jauh beda bahasanya. Ada juga yang menulis status selalu serius, namun ketika komentar tidak pernah serius. Status kurang mencerminkan kepribadian seseorang, tapi justru ‘komentar’, itu lah yang lebih mencerminkan. Karena seringkali datang secara spontan, tanpa berfikir. Dan spontanitas seringkali mewujudkan karakter asli seseorang, right?

Ini belum disadari banyak orang.

Bagi yang membaca hal2 di atas, dan merasa sudah pernah kena jebakan, jangan emosi atau membenci, I am still your brother…saudaramu yang tak terjaga bersih dari kesalahan.

Kita hanya ingin belajar sesuatu yang ‘lebih’.

Hampir semua manusia mampu berikan ekspresi muka; memaniskan dan mengasamkan. Dan tidak semua manusia mampu perbaiki ekspresi kalimat; memaniskan dan mengasamkan.

Karena setiap manusia yang punya mata hampir tiap jam selalu melihat muka orang, sehingga sadar-tidak-sadar ia bisa meniru mimik; terlebih pada ekspresi yang dia sukai; meskipun tidak sama persis.

Namun berbeda halnya dengan ekspresi tulisan. Ini tidak ringan. Karena orang yang mampu mempercantik bahasa tulisannya menjadi manis adalah yang sering membaca. Dan kita tahu, kebanyakan manusia ‘kurang’ membaca kalimat, tapi tiap jam membaca ‘wajah’.

Maka statement “Muka aja bisa dimanis-manisin, apa lagi cuma tulisan” itu invalid. Kalau tulisan itu mudah untuk dimanis-maniskan, maka apakah kebanyakan orang yang malas baca sekarang ini bisa bersyair indah? I don’t think so.

Tag:, , , , , , , ,

About Cipto Abu Yahya

Saya hanyalah pedagang ukm yang tidak tertarik untuk dikenal oleh orang banyak. Tapi manfaat yang bisa saya usahakan, diharapkan dapat dirasakan oleh banyak orang..

2 responses to “Tulisan Seseorang pada Komentarnya Lebih Mencerminkan Jati Dirinya”

  1. Ida Ratna Isaura says :

    wah, terima kasih udah share opini nya. . .
    masukan yang sangat bermanfaat🙂

    tapi ada juga sih yang dari statusnya saja sudah menunjukkan bagaimana orangnya,
    misal, post status marah2, atau jelek2in orang lain,
    pembaca statusnya pasti bisa menilai🙂 hehe

    salam kenal🙂

    • Cipto Abi Yahya says :

      iya bener, kadang ada yang nulis status dengan langsung mengeluarkan kemarahannya tanpa “tedeng aling-aling”, ada juga yang sebatas memberikan sindiran halus.

      salam kenal kembali.

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: