Kitab Thaharah: Definisi Thaharah dan Urgensinya

Oleh asy-Syaikh Abu Malik Kamal As-Sayyid Salim

Ath-Thaharah, menurut bahasa, artinya kebersihan atau bersih dari berbagai kotoran, baik yang bersifat hissiyah (nyata), seperti najis berupa air seni dan yang selainnya, maupun yang bersifat maknawiyah, seperti aib dan perbuatan maksiat. At-Tathir bermakna tanzhif (membersihkan), yaitu pembersihan pada tempat yang terkotori.[1]

Thaharah, menurut syar’i, adalah menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi shalat berupa hadats atau najis dengan menggunakan (air dan selainnya), atau mengangkat hukum najis itu dengan tanah.[2]

Adapun hukum thaharah, maka mensucikan dan menghilangkan najis adalah wajib, jika diketahui dan mampu melakukannya. Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّر

Dan pakaianmu bersihkanlah.” (Al-Mudatsir: 4)

أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku, dan yang sujud.” (Al-Baqarah: 125)

Sementara mensucikan diri dari hadats hukumnya adalah wajib untuk dapat melaksanakan shalat. Dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Laa tuqbalu shalaatun bi ghairi thuhuurin, –admin

Shalat tidak diterima dengan tanpa bersuci.”[3]

Adapun urgensinya, sesungguhnya thaharah itu adalah:

1. Syarat sahnya shalat seorang hamba. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Laa tuqbalu shalaatu man ahdatsa hatta yatawadhdha-an –admin

Tidak diterima shalat orang yang berhadats hingga ia berwudhu.”[4]

Mengerjakan shalat dengan bersuci adalah bentuk pengagungan kepada Allah subhaanahu wa ta’ala. Sementara hadats dan junub –walaupun bukan najis yang terlihat—adalah najis maknawi yang menyebabkan kotornya sesuatu yang berhubungan dengannya. Keberadaannya dapat menghilangkan pengagungan kepada-Nya dan menafikan prinsip kebersihan.

2. Allah subhaanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang bersuci, firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ 

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Al-Baqarah: 222)

Allah subhaanahu wa ta’ala juga memuji para penghuni masjid Quba’, firman-Nya:

 فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِين

Di dalamnya (masjid Quba’) ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (At-Taubah: 108)

3. kelalaian membersihkan diri dari najis merupakan salah satu sebab turunnya siksa kubur. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati dua kubur, lalu beliau bersabda:

Innahumaa yu’adzdzibaani fii kabiirin, amma hadza fakaana laa yastanzihu min baulihi –admin

Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang diadzab, dan tidaklah mereka berdua diadzab karena suatu perkara yang besar (sulit untuk dikerjakan). Adapun orang ini, ia tidak membersihkan diri dari air seninya…”

Jenis-jenis Thaharah

Ulama membagi thaharah syar’iyah menjadi dua bagian:

1. Thaharah haqiqiyah, yaitu thaharah dari al-hubts, yakni najis. Najis ini terdapat pada tubuh, pakaian, dan tempat.

2. Thaharah hukmiyah, yaitu thaharah dari hadats. Hal ini khusus pada badan. Thaharah jenis ini terbagi atas tiga macam: thaharah kubra, yaitu mandi; thaharah sughra, yaitu wudhu; dan pengganti keduanya, apabila tidak mampu, yaitu tayamum.

Sumber:

Shahih Fiqih Sunnah jilid 1, Abu Malik Kamal As-Sayyid Salim, diterjemahan oleh Abu Ihsan al-Atsary, diterbitkan Pustaka at-Tazkia, Cetakan keempat, hal. 89-91

Catatan kaki:

1. Allubab Syarh al-Kitab (1/10); dan ad-Dur al-Mukhtar (1/79)

2. Al-Mughni, Ibnu Qudamah (1/12), cet. Hajar

3. Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (234)

4. Muttafaq ‘alaihi: Al-Bukhari (135) dan Muslim (225)

Tag:, , , ,

About Cipto Abu Yahya

Saya hanyalah pedagang ukm yang tidak tertarik untuk dikenal oleh orang banyak. Tapi manfaat yang bisa saya usahakan, diharapkan dapat dirasakan oleh banyak orang..

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: