Meninggalkan Sebagian Pendapat Imam Demi Mengikuti Sunnah

Oleh asy-Syaikh Abu Malik Kamal As-Sayyid Salim -hafidzahullah-

Karena semua alasan di atas, maka para pengikut imam, yaitu “Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian,” (Al-Waqi’ah: 13-14), tidak berpegang dengan semua pendapat imam mereka. Bahkan mereka meninggalkan banyak pendapat tersebut, jika mereka melihat ada hadits yang bertentangan dengan pendapat mereka. Bahkan dua orang imam: Muhammad bin al-Hasan dan Abu Yusuf -rahimahumallah- menyelisihi sepertiga dari pendapat guru mereka, Abu Hanifah, dan buku-buku fiqih sudah cukup untuk membuktikan hal itu. Demikian juga halnya dengan Imam al-Muzani dan selainnya dari pengikut Imam asy-Syafi’i.

Seandainya kita sebutkan contohnya satu persatu, tentu akan memerlukan pembahasan yang cukup panjang dan akan keluar dari maksud utama penulisan buku ini. Karena itu, kami cukupkan dua contoh berikut ini:

1. Imam Muhammad berkata dalam kitab Mauthi’-nya (hal. 158): Muhammad berkata, “Adapun Abu Hanifah rahimahullah tidak melihat adanya shalat minta hujan (Istisqa’). Adapun menurut pendapat kami, seorang imam melaksanakan shalat Istisqa’ bersama masyarakat sebanyak dua rakaat, lalu ia memanjatkan doa dan mengubah posisi selendangnya.”

2. ‘Isham bin Yusuf al-balkhi, salah seorang murid Imam Muhammad dan Imam Abu Yusuf, banyak memberikan fatwa yang menyelisihi pendapat Abu Hanifah; karena ketika itu Abu Hanifah belum mengetahui dalilnya, sementara dia sendiri mengetahui dalil dari orang lain lalu ia berfatwa sesuai dengan dalil tersebut. Karena itu, ia mengangkat kedua tangannya ketika ruku’ dan ketika bangkit darinya seperti tercantum dalam sunnah mutawatir. Tidak ada yang menghalanginya untuk mengamalkan hadits tersebut meski tiga orang imam tersebut memiliki pendapat yang berbeda dengan pendapatnya.

Dengan demikian, wajib bagi setiap kaum muslimin mengambil sikap yang sesuai dengan pesan-pesan imam yang empat dan imam-imam yang lainnya yang telah kita singgung sebelumnya.

Sumber:

Shahih Fiqih Sunnah jilid 1, Abu Malik Kamal As-Sayyid Salim, diterjemahan oleh Pustaka at-Tazkia, Cetakan keempat, hal. 56

Tag:, , , , , , , , ,

About Cipto Abu Yahya

Saya hanyalah pedagang ukm yang tidak tertarik untuk dikenal oleh orang banyak. Tapi manfaat yang bisa saya usahakan, diharapkan dapat dirasakan oleh banyak orang..

Apa Komentar Anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: